PAGUYUBAN KSE UNJA GELAR ENGLISH LIFESTYLE UNTUK TINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS BESWAN

 


JAMBI – Paguyuban Karya Salemba Empat Universitas Jambi (KSE UNJA) menyelenggarakan program English Lifestyle bagi beswan aktif periode 2025/2026 melalui enam pertemuan yang dilaksanakan setiap Rabu, 15 April hingga 10 Mei 2026, secara daring via Zoom Meeting. Program yang diinisiasi Divisi Pendidikan dan Inovasi ini mencakup pelatihan empat keterampilan bahasa Inggris reading, writing, speaking, dan listening serta diakhiri dengan TOEFL Try Out pada 30 Mei 2026 sebagai evaluasi akhir kemampuan peserta.

Program ini hadir sebagai respons atas tingginya kebutuhan mahasiswa terhadap kemampuan bahasa Inggris di era globalisasi, sekaligus menjawab minimnya lingkungan praktik yang mendukung. Banyak beswan yang sebenarnya memahami dasar bahasa Inggris, namun masih kurang percaya diri untuk menggunakannya secara aktif. English Lifestyle dirancang untuk mengubah kondisi tersebut dengan pendekatan belajar yang santai, interaktif, dan aplikatif sehingga peserta dapat membangun kebiasaan berbahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa konsep kegiatan sengaja dibuat tidak terlalu formal agar peserta tidak merasa tertekan selama proses belajar. “Kami ingin peserta berani mencoba berbicara bahasa Inggris tanpa takut salah. Banyak yang paham materinya, tapi masih malu untuk bicara langsung dan program ini hadir untuk meruntuhkan rasa itu,” ujar Hestia Amelia, Ketua Pelaksana English Lifestyle. Ia berharap kegiatan ini menjadi bekal nyata bagi beswan dalam lingkungan akademik maupun organisasi.



Pemateri yang berlatar belakang pendidikan bahasa Inggris turut menekankan pentingnya praktik langsung dalam setiap sesi pembelajaran. Setiap pertemuan dirancang dengan metode yang bervariasi agar peserta tetap antusias dan terlibat aktif. “Kami menggunakan diskusi, role play, dan games agar belajar terasa menyenangkan. Peserta tidak hanya mendengar materi, tetapi langsung mempraktikkannya,” ujar pemateri English Lifestyle.


Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelatihan reading (Pertemuan 1), writing (Pertemuan 2), integrasi reading-writing (Pertemuan 3), dan speaking (Pertemuan 4) yang masing-masing menggunakan metode interaktif seperti analisis teks, penyusunan esai, dan speaking practice. Dua pertemuan terakhir (Pertemuan 5 dan 6) digabungkan menjadi satu sesi penutupan spesial yang dirancang lebih seru: peserta mengulas kembali seluruh materi dari pertemuan pertama hingga akhir melalui berbagai permainan edukatif (games) yang mencakup semua keterampilan bahasa Inggris. Sesi ini sekaligus menjadi momen penutupan resmi program English Lifestyle sebelum pelaksanaan TOEFL Try Out pada 30 Mei 2026.

Sesi penutupan berbasis game tersebut disambut antusias oleh peserta karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Aktivitas seperti kuis interaktif, tebak kata, dan simulasi percakapan cepat membuat peserta aktif mengingat kembali kosakata, tata bahasa, serta kemampuan listening dan speaking yang telah dilatih. Suasana yang menyenangkan dan kompetitif mendorong peserta untuk berani tampil dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris tanpa rasa takut, sekaligus mempererat kebersamaan antarsesama beswan.


Program English Lifestyle memberikan dampak positif yang terlihat nyata dari pertemuan ke pertemuan. Peserta yang awalnya ragu untuk berbicara secara bertahap menjadi lebih aktif dan percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Beberapa peserta mengaku merasa lebih nyaman berbicara dan tidak terlalu takut melakukan kesalahan setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Peningkatan kemampuan speaking, pronunciation, serta perluasan kosakata menjadi capaian yang dirasakan langsung oleh para peserta sepanjang program berlangsung.

Paguyuban KSE UNJA berkomitmen untuk terus menyelenggarakan program English Lifestyle secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengembangan soft skill beswan. Ke depan, program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta dengan konsep yang semakin variatif dan relevan. Dengan pelaksanaan TOEFL Try Out pada 30 Mei 2026 sebagai puncak evaluasi, diharapkan seluruh kemampuan yang telah dilatih dapat memberikan manfaat nyata bagi beswan dalam perjalanan akademik dan profesional mereka.


Penulis                              : Auni Okta Riska

Dokumentasi                      : Divisi Publikasi dan Dokumentasi

Publikasi                            : Divisi Media Komunikasi dan Informasi



Posting Komentar

0 Komentar