FIELD TRIP KSE UNJA: BELAJAR PROSES BISNIS DAN PELESTARIAN BATIK JAMBI DI DUO SERANGKAI

 


JAMBI – Paguyuban Karya Salemba Empat Universitas Jambi (KSE UNJA) menggelar kegiatan Field Trip Business yang diikuti oleh para Beswan KSE UNJA di Batik Jambi Duo Serangkai, Mendalo, Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “The Journey Behind Every Business: Belajar dari Perjalanan, Tumbuh dari Pengalaman” ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung mengenai proses bisnis, kewirausahaan, serta pelestarian budaya lokal melalui industri batik Jambi. Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai dengan antusiasme tinggi dari para peserta. 

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan wawasan kewirausahaan anggota KSE UNJA melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Selama ini peserta lebih sering melihat produk batik sebagai hasil akhir yang siap digunakan, namun belum banyak mengetahui proses kreatif dan perjalanan bisnis yang ada di baliknya. Melalui kunjungan langsung ke sentra produksi Batik Duo Serangkai, peserta diharapkan dapat memahami tantangan, strategi, dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap lembar kain batik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan apresiasi terhadap produk lokal khas Provinsi Jambi.


Nanda selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa Field Trip Business menjadi salah satu program yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar di luar ruang kelas. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga memperkenalkan pentingnya menjaga warisan budaya daerah. “Melalui kegiatan ini, kami ingin peserta mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana sebuah usaha berkembang dari proses yang sederhana hingga mampu dikenal luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Pihak Batik Duo Serangkai jyang diwakili oleh cik la juga menyambut baik kunjungan dari Beswan KSE UNJA dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda. Mereka menilai bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan usaha berbasis budaya lokal. “Kami berharap peserta tidak hanya mengenal batik sebagai produk, tetapi juga memahami nilai seni, budaya, dan perjuangan yang ada di balik setiap proses pembuatannya,” ujar perwakilan Batik Duo Serangkai.



Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan peserta dan sesi pengenalan singkat mengenai sejarah berdirinya Batik Duo Serangkai. Selanjutnya, peserta diajak berkeliling area produksi untuk melihat secara langsung tahapan pembuatan batik, mulai dari proses perancangan motif, pencantingan, pewarnaan, hingga tahap penyelesaian produk. Selama sesi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai teknik yang digunakan dalam menghasilkan batik berkualitas serta tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan usaha di tengah perkembangan industri kreatif.

Selain observasi lapangan, peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif bersama pengelola usaha. Dalam sesi ini, peserta berkesempatan mengajukan pertanyaan terkait strategi pemasaran, pengelolaan usaha, pengembangan produk, serta peluang bisnis berbasis budaya lokal. Diskusi berlangsung aktif dan memberikan wawasan baru mengenai pentingnya inovasi, konsistensi kualitas, serta pemanfaatan teknologi dalam mengembangkan usaha kreatif.


Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses produksi batik dan pengelolaan bisnis berbasis budaya. Banyak peserta mengaku mendapatkan inspirasi baru tentang dunia kewirausahaan dan pentingnya melestarikan produk lokal. Pengalaman belajar secara langsung di lapangan dinilai memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan hanya mempelajari teori di dalam kelas.

Kegiatan Field Trip Business di Batik Duo Serangkai diharapkan menjadi langkah awal bagi Beswan KSE UNJA untuk terus mengembangkan jiwa kewirausahaan yang kreatif, inovatif, dan berorientasi pada pemberdayaan potensi lokal. Melalui program-program serupa, KSE UNJA berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang mendukung pengembangan kapasitas anggota sekaligus memperkuat kepedulian terhadap budaya dan ekonomi daerah.



Penulis            : Boy Sandi Jaluasi Silalahi
Dokumentasi : Divisi Publikasi dan Dokumentasi
Publikasi        : Divisi Media Komunikasi dan Informasi

 


Posting Komentar

0 Komentar