Minggu, 1
Februari 2026, Sekretariat PKSE UNJA menjadi
saksinya sebuah ruang evaluasi yang tak hanya serius, tetapi juga sarat
keakraban. Paguyuban KSE UNJA menggelar Rapat Tengah Pengurus (RTP) sebagai
momen refleksi kinerja organisasi selama enam bulan terakhir. Acara yang
berlangsung dari pukul 08.30 hingga selesai ini dihadiri oleh seluruh Beswan
dengan semangat kebersamaan yang terasa hangat sejak awal.
Kegiatan dibuka
dengan menyanyikan Mars KSE dan KSE Muda yang mengingatkan kembali pada
semangat dasar pergerakan organisasi. Sambutan dari Ketua Umum, saudari Widia
Anggun Putri, memberikan arah sekaligus membuka ruang diskusi yang transparan
dan konstruktif. Sesi penyampaian laporan dari Sekretaris Umum (Dini Apriliani)
dan Bendahara Umum (Tiara Adelia) berjalan dengan fokus, mengupas tuntas
capaian, tantangan, dan langkah strategis ke depan. Tak hanya sekadar laporan
formal, setiap poin dibedah dengan seksama oleh peserta rapat, menunjukkan
komitmen kolektif untuk terus berkembang.
Puncak kegiatan
adalah evaluasi program kerja setiap divisi: COMDEV, PSDM, PI, KWU, dan MEDKOM.
Masing-masing divisi memaparkan progres, kendala, dan rencana tindak lanjut
dengan presentasi yang matang. Hal yang paling menarik yaitu sesi tanya jawab
berlangsung sangat dinamis. Setiap masukan, kritik, dan saran disampaikan
dengan jiwa besar, tajam secara substansi, namun tetap santun dalam
penyampaian. Bahkan untuk Badan Pengurus Inti (BPI) dan Badan Pengurus Harian,
evaluasi dilakukan tanpa tedeng aling-aling, demi perbaikan organisasi secara
menyeluruh.
Di balik
keseriusan materi, suasana rapat tidak pernah kehilangan keceriaannya.
Sela-sela diskusi sering diwarnai canda, tawa, dan cerita singkat yang
mencairkan ketegangan. “Deep talk” atau refleksi menjadi momen yang begitu
personal, di mana setiap Beswan diajak bercermin, berbagi perasaan, dan
menyusun tekad bersama. Rapat Tengah Pengurus ini bukan hanya sekadar agenda
rutin, melainkan bukti nyata bahwa evaluasi bisa dilakukan dengan hati. Melalui
ruang yang sama, data dibedah, strategi dirancang, namun senyum dan tawa tetap
menjadi pengikat solidaritas antaranggota. Sebuah bentuk kedewasaan
berorganisasi: kritis tanpa kehilangan kehangatan, dan progresif tanpa
melupakan rasa kekeluargaan. Artikel ini ditulis sebagai dokumentasi sekaligus
apresiasi atas komitmen dan keakraban seluruh Beswan KSE UNJA. Semoga langkah
ke depan semakin solid dan penuh karya.
“Paguyuban
Karya Salemba Empat Universitas Jambi: Sharing, Networking, Developing.”
0 Komentar